Pusakata atau Mohammad Istiqamah Djamad atau akrab disapa mas Is, kembali dengan karya musik baru. Dengan single berjudul ďCemasĒ online, sebuah lagu yang dibalut lirik getir tapi dikemas dalam melodi yang manis.

Ciri musik yang berbeda di lagu ďCemasĒ

Belum tiga bulan setelah merilis ďKehabisan KataĒ online, Pusakata kembali dengan karya baru. Ibarat mobil balap yang sedang melaju di sirkuit, ide Pusakata untuk menulis lirik dan melodi sedang melaju kencang. Kali ini Pusakata mempersembahkan ďCemasĒ lagu yang mengungkapkan kegelisahan tentang anak-anak sebuah dibalut lirik getir tapi dikemas dalam melodi yang mani. Pusakata merupakan nama proyek solo Mohammad Istiqamah Djamad atau akrab disapa Is. Pada single ďKehabisan KataĒ, Pusakata didukung The Panganans, band yang selalu menemani di atas panggung dan di balik layar. Hal berbeda dia tunjukan lewat single ďCemasĒ yang dia kerjakan hanya dengan dua gitar dan satu cello.

Intinya lagu tersebut

Pusakata mengaku, akhir-akhir ini sedang dihantui anak-anak korban konflik. Bukan karena momen Ramadan, tapi buat dia, masalah eksploitasi anak-anak menjadi pekerjaan rumah yang tak kunjung usai. ďSebetulnya intro lagu ini sudah dibikin lama, tapi belum ada ide liriknya. Entah karena usia atau anakku ada empat, tapi masalah anak-anak di luar sana ini membuat saya gelisah,Ē kata pelantun ďDi Atas MejaĒ online. Kegelisahan itu membuat Pusakata tak bisa tidur dua hari dua malam. Dia merasa ada yang mau keluar dari kepala, tapi sulit. Biasanya, kata Pusakata, kalau gelisah begitu dia mencari studio untuk menyalurkan semuanya.